Jumat, 29 Oktober 2010

SMA NEGERI 1 PURWOKERTO

            
            Nama SMA Negeri 1 Purwokerto tidaklah asing terutama bagi masyarakat Banyumas dan sekitarnya. Orang tua akan bangga bila selepas SMP putra-putrinya diterima menjadi siswa di SMA Negeri 1 Purwokerto. Bahkan tidak sedikit pelajar dari luar kota yang ikut berlomba untuk menjadi siswa SMA Negeri 1 Purwokerto.
            Tentunya SMA Negeri 1 Purwokerto memiliki sejarah yang cukup rumit. Pada waktu itu, setelah Belanda mengakui kemerdekaan RI, Desember 1949 tentara Belanda ditarik dari semua wilayah Indonesia. Kebutuhan akan sebuah sekolah menengah pun muncul kembali sebab para Tentara Anggota Pelajar dan Mobilisasi Pelajar (Mobpel) ingin kembali mengenyam bangku sekolah.
            Atas prakarsa tokoh masyarakat, maka berdirilah sebuah Sekolah Menengah Atas di Purwokerto tepatnya tanggal 1 maret 1950. Sebuah Sekolah Lanjut Atas (SLA) pertama di kota, bahkan pertama di Karasidenan Banyumas. Dengan turunnya Surat Putusan Mentri PKK No.4791/b, tanggal 29 Juni 1950, sekolah ini pun dikukuhkan. 
            Pada Diktum pertama bagian pertama sub C ditetapkan bahwa : "Sekolah ini teroetama disediakan bagi peladjar-peladjar SMA yang telah menoenaikan kewadjiban berbakti kepada mereka sebagai anggota BRIGADE XVII dan mobilisasi peladjar dan memenoehi sjarat otentik oentoek diterima sebagai moerid SMA Negeri."
            Berdirinya SMA Negeri 1 Purwokerto ini merupakan hasil dari perjuangan para tokoh masyarakat purwokerto yang menginginkan adanya suatu SMA guna menampung para pelajar pejuang yang kembali dari font. Para pendiri SMA negeri purwokerto itu terdiri dari berbagai lapisan masyarakat yang menghendaki adanya kemajuan pada bidang Pendidikan, antara lain, pemerintah, pengajar, wakil-wakil pelajar pejuang, dan staf komandan mobilisasi pelajar.
            Dulunya SMA Negeri 1 Purwokerto dan SMA Negeri 2 Purwokerto merupakan sekolah yang sama, yaitu SMA Negeri 1 Purwokerto. Namun dipisahkan oleh pemerintah karena jumlah murid yang semakin banyak. Setelah dipisahkan, SMA Negeri 1 Purwokerto pun dipindahkan ke sebuah bangunan besar (gedung MULO bekas bangunan Belanda) yang terletak di Jalan Jendral Gatot Soebroto No.69.
            Walaupun dipisahkan, kedua SMA ini tetap berjalan beriringan membentuk anak didik menjadi manusia berguna dan berbakti kepada nusa dan bangsa. Para pendidik dari kedua sekolah inipun harus melakukan kompetensi sehat dalam memajukan siswanya. Dan hasilnya, para alumni banyak yang menjadi orang yang berguna bagi nusa dan bangsa, bahkan banyak yang menggoreskan tinta emas dalam sejarah negeri ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar